Beranda » Kesehatan » Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat Mobile Banking Mandiri 2026 Tanpa Ribet, Panduan Lengkap

Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat Mobile Banking Mandiri 2026 Tanpa Ribet, Panduan Lengkap

Telat bayar iuran dan kartunya nonaktif pas butuh berobat? Pasti panik. Padahal sekarang bayar iuran BPJS bisa dilakukan dari rumah tanpa perlu antre di minimarket atau kantor pos.

Kabar baiknya, Livin’ by Mandiri sebagai aplikasi mobile banking terbaru Bank Mandiri sudah mengintegrasikan pembayaran BPJS Kesehatan dengan fitur yang lebih user-friendly. Per Maret 2026, jutaan peserta BPJS aktif menggunakan Livin’ by Mandiri untuk rutin bayar iuran setiap bulan karena prosesnya cepat dan bisa diatur auto-debit.

Artikel ini membahas tuntas cara bayar BPJS Kesehatan lewat mobile banking Mandiri step-by-step, lengkap dengan solusi jika ada kendala, biaya admin, dan tips agar tidak telat bayar lagi. Informasi ini penting supaya tetap aktif dan bisa akses layanan kesehatan kapan saja.

Daftar Isi

Kenapa Bayar BPJS Lewat Mobile Banking Lebih Praktis?

Bayar iuran BPJS lewat mobile banking menghemat waktu dan tenaga. Tidak perlu keluar rumah, antre panjang di minimarket atau kantor pos, apalagi khawatir jam operasional tutup. Transaksi bisa dilakukan 24/7 dari mana saja selama ada koneksi .

Selain itu, risiko lupa bayar bisa diminimalkan dengan fitur pengingat atau jadwal pembayaran rutin. Beberapa bank bahkan menyediakan auto-debit yang otomatis memotong saldo rekening setiap tanggal jatuh tempo. Jadi tidak ada lagi drama kartu BPJS nonaktif pas lagi sakit.

Biaya admin juga kompetitif, bahkan beberapa bank seperti Mandiri sering memberikan promo cashback atau gratis admin untuk transaksi BPJS di periode tertentu. Riwayat pembayaran tersimpan digital di aplikasi, jadi bukti bayar bisa diakses kapan saja tanpa khawatir struk hilang.

Syarat Bayar BPJS Kesehatan Lewat Livin’ by Mandiri

Sebelum memulai, pastikan beberapa hal ini sudah disiapkan agar proses pembayaran lancar tanpa hambatan.

Aplikasi dan Akun

  • Sudah install aplikasi Livin’ by Mandiri di smartphone (download dari Google Play Store atau App Store)
  • Punya rekening Bank Mandiri yang aktif (tabungan atau giro)
  • Sudah registrasi dan aktivasi Livin’ by Mandiri dengan user ID dan PIN
  • Saldo rekening mencukupi untuk membayar iuran BPJS plus biaya admin

Data BPJS yang Perlu Disiapkan

  • Nomor Virtual Account (VA) BPJS Kesehatan (11 atau 13 digit)
  • Nomor kartu BPJS atau NIK peserta
  • Tahu besaran iuran yang harus dibayar sesuai kelas kepesertaan
  • Periode iuran yang akan dibayar (bulan berapa)

Nomor Virtual Account BPJS bisa dicek melalui aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, atau SMS ke 08777-5500-400 dengan format “NIK(spasi)Nomor Kartu BPJS”.

Cara Bayar BPJS Kesehatan di Livin’ by Mandiri

Proses pembayaran BPJS di aplikasi Livin’ by Mandiri sangat mudah dan cepat. Ikuti langkah-langkah berikut dengan teliti.

Langkah Pembayaran via Menu Bayar

  1. Buka aplikasi Livin’ by Mandiri di smartphone
  2. Login menggunakan user ID dan PIN yang sudah didaftarkan
  3. Pilih menu “Bayar” di halaman utama aplikasi
  4. Scroll dan cari kategori “Multipayment” atau “BPJS”
  5. Pilih “BPJS Kesehatan” dari daftar biller yang tersedia
  6. Masukkan nomor Virtual Account BPJS (11 atau 13 digit)
  7. Klik “Lanjut” atau “Next”
  8. Sistem akan menampilkan detail tagihan: nama peserta, periode iuran, jumlah tagihan
  9. Periksa kembali semua informasi dengan teliti
  10. Jika sudah benar, klik “Konfirmasi” atau “Bayar”
  11. Masukkan PIN transaksi untuk otorisasi pembayaran
  12. Tunggu proses verifikasi beberapa detik
  13. Transaksi berhasil, muncul notifikasi “Pembayaran Sukses”
  14. Screenshot atau simpan bukti pembayaran untuk arsip

Proses ini biasanya hanya memakan waktu 2-3 menit jika koneksi internet stabil dan data yang dimasukkan benar.

Cara Cek Tagihan BPJS Sebelum Bayar

Sebelum melakukan pembayaran, bisa cek dulu tagihan BPJS yang harus dibayar:

  1. Masuk ke menu “Bayar” di Livin’ by Mandiri
  2. Pilih “BPJS Kesehatan”
  3. Masukkan nomor Virtual Account
  4. Klik “Inquiry” atau “Cek Tagihan”
  5. Sistem menampilkan total tagihan, periode tunggakan (jika ada), dan detail peserta
  6. Catat jumlah yang harus dibayar, lalu lanjutkan ke pembayaran

Fitur inquiry ini berguna untuk memastikan tidak ada tunggakan yang terlewat atau kesalahan nominal pembayaran.

Bayar Tunggakan BPJS Beberapa Bulan Sekaligus

Jika ada tunggakan beberapa bulan, bisa dibayar sekaligus dalam satu transaksi:

  1. Ikuti langkah pembayaran normal sampai muncul detail tagihan
  2. Sistem otomatis menampilkan total tunggakan (misalnya 3 bulan tertunggak)
  3. Nominal yang tertera sudah akumulasi semua bulan yang belum dibayar
  4. Lanjutkan pembayaran seperti biasa
  5. Setelah berhasil, semua tunggakan terbayar dan kartu aktif kembali

Namun perlu diingat, jika tunggakan lebih dari 1 bulan, ada masa tunggu 45 hari sejak pembayaran sebelum bisa menggunakan fasilitas BPJS untuk rawat inap. Rawat jalan tetap bisa digunakan langsung.

Biaya Admin Bayar BPJS di Livin’ by Mandiri

Metode Pembayaran Biaya Admin Keterangan
Livin’ by Mandiri Rp2.500 Per transaksi, bisa berubah sewaktu-waktu
ATM Mandiri Rp2.500 Sama dengan mobile banking
Internet Banking Mandiri Rp2.500 Akses via browser desktop/mobile
Auto-Debit Mandiri Rp2.500 Dipotong otomatis tiap bulan, tidak perlu bayar manual

Catatan: Biaya admin berdasarkan ketentuan Bank Mandiri per Maret 2026 dan dapat berubah sesuai kebijakan bank. Selalu cek informasi terbaru di aplikasi atau hubungi Mandiri Call 14000.

Cara Setting Auto-Debit BPJS di Livin’ by Mandiri

Fitur auto-debit sangat membantu agar tidak lupa bayar iuran BPJS setiap bulan. Saldo akan otomatis terpotong pada tanggal yang ditentukan.

Langkah Aktivasi Auto-Debit

  1. Buka aplikasi Livin’ by Mandiri
  2. Login dengan user ID dan PIN
  3. Pilih menu “Pengaturan” atau “Settings”
  4. Cari opsi “Auto-Debit” atau “Pembayaran Berkala”
  5. Pilih “Tambah Pembayaran Baru” atau “Add New”
  6. Pilih jenis pembayaran “BPJS Kesehatan”
  7. Masukkan nomor Virtual Account BPJS
  8. Tentukan tanggal pemotongan otomatis setiap bulan (disarankan tanggal 1-10)
  9. Pilih rekening sumber dana yang akan didebit
  10. Konfirmasi dengan memasukkan PIN transaksi
  11. Auto-debit aktif, sistem akan kirim notifikasi sebelum tanggal pemotongan

Dengan auto-debit, tidak perlu ingat-ingat jadwal bayar lagi. Yang penting pastikan saldo rekening selalu cukup menjelang tanggal pemotongan.

Tips Menggunakan Auto-Debit

Atur tanggal auto-debit beberapa hari setelah gajian atau transferan rutin masuk ke rekening. Jadi saldo pasti tersedia saat sistem mau memotong untuk BPJS.

Aktifkan notifikasi email atau SMS agar dapat pengingat sebelum auto-debit berjalan. Biasanya bank kirim reminder H-2 atau H-1 sebelum tanggal pemotongan.

Cek berkala apakah auto-debit masih aktif, terutama setelah ganti smartphone atau update aplikasi. Kadang ada kasus auto-debit tidak berjalan karena error sistem dan peserta tidak sadar sampai kartu nonaktif.

Besaran Iuran BPJS Kesehatan 2026

Agar tahu berapa nominal yang harus dibayar, berikut rincian iuran BPJS Kesehatan terbaru per 2026 berdasarkan Perpres No.64 Tahun 2020 yang masih berlaku.

Iuran Pekerja Penerima Upah (PPU)

Untuk pegawai swasta, BUMN, atau , iuran dipotong langsung dari gaji:

  • Total iuran: 5% dari gaji
  • Dibayar perusahaan: 4%
  • Dibayar pekerja: 1%
  • Batas atas gaji: Rp12 juta (jika gaji lebih, yang dihitung tetap Rp12 juta)

Contoh: Gaji Rp8 juta, iuran total Rp400 ribu (perusahaan bayar Rp320 ribu, karyawan bayar Rp80 ribu dipotong dari gaji).

Iuran Peserta Mandiri (Non-PPU)

Untuk pekerja mandiri, freelancer, atau tidak bekerja:

  • Kelas I: Rp150.000 per orang per bulan
  • Kelas II: Rp100.000 per orang per bulan
  • Kelas III: Rp42.000 per orang per bulan (disubsidi pemerintah Rp7.000, peserta bayar Rp35.000)

Peserta mandiri wajib bayar sendiri setiap bulan maksimal tanggal 10. Telat bayar akan dikenakan denda 5% dari total iuran tertunggak, dibayarkan saat akan menggunakan fasilitas rawat inap.

Iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Untuk masyarakat miskin dan tidak mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (), iuran dibayar penuh oleh pemerintah. Peserta tidak perlu bayar iuran bulanan.

Solusi Jika Pembayaran BPJS Gagal di Livin’ by Mandiri

Meski prosesnya mudah, kadang ada kendala teknis yang bikin transaksi gagal. Berikut solusi untuk masalah yang sering terjadi.

Nomor Virtual Account Tidak Valid

Jika muncul pesan “Nomor VA tidak terdaftar” atau “Invalid VA”:

  • Cek ulang nomor VA BPJS, pastikan 11 atau 13 digit tanpa spasi atau karakter lain
  • Pastikan menggunakan VA yang benar (bukan nomor kartu BPJS atau NIK)
  • Coba cek VA terbaru via aplikasi Mobile JKN atau SMS ke 08777-5500-400
  • Jika baru pindah kelas atau data berubah, VA mungkin sudah berganti

Saldo Tidak Mencukupi

Pastikan saldo rekening cukup untuk iuran BPJS plus biaya admin. Contoh: Iuran Kelas II Rp100.000 + admin Rp2.500 = minimal saldo Rp102.500.

Jika saldo pas-pasan, transfer dulu dari rekening lain atau tarik tunai untuk top-up. Transaksi akan otomatis gagal jika saldo kurang dari total yang harus dibayar.

Transaksi Pending atau Timeout

Jika transaksi lama loading atau stuck:

  • Jangan tekan tombol bayar berulang kali karena bisa double charge
  • Tutup aplikasi dan buka lagi, cek riwayat transaksi apakah sudah masuk atau belum
  • Jika sudah terpotong tapi belum dapat notifikasi sukses, tunggu maksimal 1×24 jam
  • Cek mutasi rekening untuk memastikan uang terpotong atau tidak
  • Jika terpotong tapi pembayaran tidak tercatat di BPJS, hubungi call center

Gangguan Sistem atau Server Error

Saat traffic tinggi (biasanya awal bulan atau mendekati deadline tanggal 10), server bisa down atau lambat:

  • Coba lagi beberapa jam kemudian atau di waktu yang tidak peak
  • Gunakan alternatif pembayaran seperti ATM Mandiri atau channel lain
  • Pantau media sosial resmi Bank Mandiri untuk gangguan sistem

Pembayaran Sukses Tapi Status BPJS Belum Update

Kadang transaksi berhasil tapi status kepesertaan di Mobile JKN masih terlihat belum bayar:

  • Tunggu maksimal 2×24 jam untuk update sistem
  • Simpan bukti pembayaran dari Livin’ by Mandiri sebagai arsip
  • Jika lebih dari 3 hari belum update, hubungi BPJS Care Center 1500-400
  • Siapkan nomor VA, tanggal pembayaran, dan screenshot bukti transfer

Cara Cek Status Pembayaran BPJS Setelah Transaksi

Setelah bayar, penting untuk memastikan pembayaran sudah tercatat di sistem BPJS dan kepesertaan aktif.

Cek via Aplikasi Mobile JKN

  1. Download dan install aplikasi Mobile JKN (tersedia di Play Store dan App Store)
  2. Login dengan NIK dan password (jika belum punya akun, daftar dulu)
  3. Pilih menu “Premi” atau “Tagihan”
  4. Lihat status pembayaran terakhir dan periode yang sudah dibayar
  5. Jika sudah tercatat, akan ada tanda centang hijau atau status “Aktif”

Cek via SMS

Kirim SMS ke 08777-5500-400 dengan format:

NIK(spasi)Nomor Kartu BPJS

Contoh: 3201234567890123 0001234567890

Sistem akan membalas dengan informasi status kepesertaan, periode iuran terakhir dibayar, dan status aktif/nonaktif.

Cek via Website BPJS Kesehatan

  1. Buka browser dan akses bpjs-kesehatan.go.id
  2. Pilih menu “Cek Iuran BPJS”
  3. Masukkan nomor kartu BPJS atau NIK
  4. Masukkan kode captcha
  5. Klik “Cek” untuk melihat status pembayaran dan riwayat iuran

Cek via CHIKA (Chatbot BPJS)

  1. Buka WhatsApp dan simpan nomor 08118-750-400
  2. Kirim pesan “Halo CHIKA” untuk memulai chat
  3. Pilih menu yang disediakan chatbot
  4. Pilih “Cek Status Kepesertaan” atau “Riwayat Pembayaran”
  5. Ikuti instruksi bot untuk verifikasi data
  6. CHIKA akan kirim informasi status pembayaran terkini

Perbandingan Bayar BPJS via Mobile Banking vs Metode Lain

Metode Biaya Admin Waktu Operasional Kelebihan Kekurangan
Mobile Banking Rp2.000-Rp2.500 24/7 Praktis, cepat, bisa auto-debit Butuh internet stabil
ATM Rp2.000-Rp3.000 24/7 Tidak butuh internet Harus ke lokasi ATM, kadang antre
Indomaret/Alfamart Rp2.500 06.00-22.00 Bisa sambil belanja, ada di mana-mana Jam terbatas, kadang antre panjang
Kantor Pos Rp2.000 08.00-16.00 Admin murah Jam kerja terbatas, tidak semua daerah ada
(GoPay, OVO, dll) Gratis-Rp2.500 24/7 Sering ada promo cashback Perlu top-up saldo dulu

Kesimpulan: Mobile banking jadi pilihan terbaik untuk efisiensi waktu dan kemudahan, apalagi dengan fitur auto-debit yang mencegah telat bayar.

Tips Agar Tidak Telat Bayar Iuran BPJS

Telat bayar BPJS bukan cuma bikin kartu nonaktif, tapi juga kena denda 5% saat mau pakai fasilitas rawat inap. Berikut strategi mencegah keterlambatan.

Aktifkan Auto-Debit

Cara paling efektif adalah setting auto-debit di mobile banking. Sekali setting, sistem otomatis potong saldo tiap bulan tanpa perlu ingat-ingat lagi. Pastikan tanggal pemotongan setelah gajian supaya saldo selalu tersedia.

Buat Reminder di Kalender

Jika tidak mau pakai auto-debit, buat reminder di kalender smartphone setiap tanggal 1-5 dengan label “Bayar BPJS”. Set notifikasi berbunyi agar tidak terlewat.

Gabung Keluarga dalam Satu Pembayaran

Untuk peserta mandiri yang punya tanggungan keluarga (istri/suami dan anak), bisa digabung dalam satu nomor Virtual Account. Jadi cukup bayar sekali untuk semua anggota keluarga, lebih praktis dan tidak ada yang terlewat.

Manfaatkan Promo Cashback

Beberapa bank atau e-wallet sering kasih promo cashback untuk pembayaran BPJS. Manfaatkan promo ini agar iuran terasa lebih ringan. Pantau media sosial resmi bank atau daftar newsletter untuk info promo terbaru.

Alokasikan Budget Khusus

Pisahkan budget untuk BPJS dari pengeluaran lain. Anggap iuran BPJS sebagai prioritas seperti cicilan atau kebutuhan pokok. Jangan sampai uang BPJS terpakai untuk hal lain dan akhirnya telat bayar.

Denda dan Konsekuensi Telat Bayar BPJS

Telat bayar iuran BPJS punya konsekuensi yang perlu dipahami agar tidak menyesal kemudian.

Kartu Nonaktif

Jika telat bayar lebih dari 1 bulan (melewati tanggal 10 bulan berikutnya), kartu BPJS otomatis nonaktif. Artinya tidak bisa digunakan untuk berobat baik rawat jalan maupun rawat inap sampai iuran dilunasi.

Denda Keterlambatan

Untuk peserta mandiri, ada denda 5% dari total iuran tertunggak yang harus dibayar saat mau menggunakan fasilitas rawat inap. Denda ini dibayarkan di rumah sakit sebelum dilayani.

Contoh: Tunggakan 3 bulan Kelas II = 3 x Rp100.000 = Rp300.000. Denda = 5% x Rp300.000 = Rp15.000.

Masa Tunggu 45 Hari

Jika tunggakan lebih dari 1 bulan lalu dibayar lunas, ada masa tunggu 45 hari sebelum bisa pakai fasilitas rawat inap. Rawat jalan tetap bisa langsung digunakan setelah pembayaran.

Masa tunggu ini tidak berlaku jika telat bayar hanya beberapa hari (belum sampai 1 bulan penuh) atau untuk kasus darurat yang mengancam nyawa.

Tidak Dapat Peningkatan Kelas

Peserta yang sering telat bayar atau punya riwayat tunggakan tidak bisa upgrade kelas perawatan. Misal dari Kelas III mau naik ke Kelas II, sistem akan reject jika ada catatan keterlambatan dalam 6 bulan terakhir.

Cara Bayar BPJS Keluarga Sekaligus

Untuk peserta mandiri yang punya tanggungan keluarga, bayar satu per satu ribet. Berikut cara bayar sekaligus.

Registrasi Peserta Keluarga

  1. Hubungi BPJS Care Center 1500-400 atau datang ke kantor BPJS
  2. Ajukan penggabungan peserta keluarga (suami/istri dan anak maksimal 5 orang)
  3. Serahkan dokumen: Kartu Keluarga, KTP, akta nikah, akta kelahiran anak
  4. Petugas akan proses penggabungan dalam 1-3 hari kerja
  5. Setelah jadi, semua anggota keluarga pakai 1 nomor Virtual Account

Bayar Gabungan di Livin’ by Mandiri

Setelah digabung, proses pembayaran sama seperti biasa. Bedanya, nominal iuran akan otomatis terakumulasi sesuai jumlah anggota keluarga.

Contoh: Kepala keluarga + istri + 2 anak (total 4 orang) Kelas II = 4 x Rp100.000 = Rp400.000 per bulan.

Masukkan VA gabungan, sistem langsung tampilkan total Rp400.000, bayar sekali untuk semua anggota. Praktis dan tidak ada yang terlewat.

Pindah Kelas BPJS dan Dampaknya ke Pembayaran

Peserta BPJS bisa pindah kelas sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Syarat Pindah Kelas

  • Tidak ada tunggakan iuran
  • Mengajukan perubahan minimal 1 bulan sebelum berlaku
  • Untuk naik kelas (misal Kelas III ke II), bisa langsung diproses
  • Untuk turun kelas (misal Kelas I ke II), hanya bisa dilakukan 1 tahun sekali

Cara Pindah Kelas

  1. Download dan buka aplikasi Mobile JKN
  2. Login dengan NIK dan password
  3. Pilih menu “Ubah Data Peserta”
  4. Pilih “Perubahan Kelas Rawat”
  5. Pilih kelas baru yang diinginkan
  6. Upload dokumen pendukung jika diminta
  7. Submit permohonan dan tunggu approval maksimal 7 hari kerja

Setelah disetujui, nomor Virtual Account akan berubah sesuai kelas baru. Update VA di auto-debit atau catat VA baru untuk pembayaran berikutnya.

Dampak ke Pembayaran

Setelah pindah kelas, nominal iuran bulanan akan menyesuaikan:

  • Naik dari Kelas III ke II: Iuran naik dari Rp35.000 jadi Rp100.000
  • Turun dari Kelas I ke II: Iuran turun dari Rp150.000 jadi Rp100.000

Pindah kelas berlaku di bulan berikutnya setelah approval. Jadi jika disetujui tanggal 15 Maret, berlaku mulai pembayaran bulan April.

Kontak Layanan dan Pengaduan

Jika mengalami kendala pembayaran BPJS lewat Livin’ by Mandiri atau masalah kepesertaan, hubungi saluran resmi berikut:

Bank Mandiri

  • Mandiri Call: 14000 atau 021-5299-7777 (24 jam)
  • Email: [email protected]
  • Twitter: @mandiricare
  • Website: bankmandiri.co.id
  • Aplikasi: Live chat di Livin’ by Mandiri

BPJS Kesehatan

  • BPJS Care Center: 1500-400 (Senin-Jumat 08.00-17.00 WIB)
  • WhatsApp CHIKA: 08118-750-400
  • Email: [email protected]
  • Twitter: @BPJSKesehatanRI
  • Instagram: @bpjskesehatan_ri
  • Website: bpjs-kesehatan.go.id
  • Aplikasi Mobile JKN: Fitur chat dengan customer service

Kantor BPJS Terdekat

Untuk pengaduan yang perlu tatap muka atau pengurusan dokumen fisik, datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa:

  • Kartu BPJS atau NIK
  • KTP asli
  • Bukti pembayaran (jika terkait masalah transaksi)
  • Nomor pengaduan (jika sudah lapor via call center)

Bawa nomor antrean dan pastikan datang di jam operasional Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.

Kesimpulan

Bayar BPJS Kesehatan lewat Livin’ by Mandiri sangat mudah dan cepat, hanya butuh beberapa menit tanpa perlu keluar rumah. Fitur auto-debit juga sangat membantu agar tidak telat bayar dan kartu tetap aktif.

Yang terpenting, selalu bayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan agar tidak kena denda dan kartu tetap bisa digunakan kapan saja. Simpan bukti pembayaran digital sebagai arsip dan cek berkala status kepesertaan via Mobile JKN.

Dengan sistem pembayaran digital yang makin canggih, tidak ada alasan lagi untuk telat bayar BPJS. Manfaatkan untuk menjaga kesehatan dan perlindungan keluarga tetap terjamin. Semoga informasi ini bermanfaat dan iuran BPJS selalu lancar terbayar. Terima kasih sudah membaca, semoga sehat selalu dan terlindungi!


Sumber dan Referensi

Informasi dalam artikel ini berdasarkan panduan resmi dari BPJS Kesehatan (bpjs-kesehatan.go.id), Bank Mandiri (bankmandiri.co.id), serta Perpres No.64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No.82 Tahun 2018 tentang . Besaran iuran dan biaya administrasi dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah dan masing-masing bank. Untuk informasi terkini, hubungi BPJS Care Center 1500-400 atau Mandiri Call 14000.


FAQ: Pertanyaan Seputar Bayar BPJS Lewat Mobile Banking Mandiri

1. Apakah bayar BPJS lewat Livin’ by Mandiri kena biaya admin?

Ya, ada biaya admin sebesar Rp2.500 per transaksi. Biaya ini berdasarkan ketentuan Bank Mandiri per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Total yang dibayar adalah iuran BPJS ditambah biaya admin. Contoh: Iuran Kelas II Rp100.000 + admin Rp2.500 = total Rp102.500 terpotong dari rekening.

2. Berapa lama pembayaran BPJS lewat mobile banking masuk ke sistem?

Pembayaran yang berhasil biasanya langsung tercatat di sistem BPJS dalam waktu real-time hingga maksimal 2×24 jam. Jika lebih dari 3 hari kerja status pembayaran belum update di aplikasi Mobile JKN, hubungi BPJS Care Center 1500-400 dengan membawa bukti pembayaran dari Livin’ by Mandiri untuk proses investigasi.

3. Bisa bayar BPJS orang lain lewat Livin’ by Mandiri?

Bisa. Cukup masukkan nomor Virtual Account BPJS orang yang mau dibayarkan. Sistem tidak membatasi siapa yang bayar, yang penting VA valid dan pembayaran berhasil. Ini berguna jika ingin bayarkan iuran BPJS orang tua, saudara, atau kerabat yang belum punya rekening atau kesulitan menggunakan mobile banking.

4. Apa yang harus dilakukan jika lupa nomor Virtual Account BPJS?

Nomor VA bisa dicek melalui beberapa cara: (1) Login ke aplikasi Mobile JKN dan lihat di menu Premi/Tagihan, (2) Kirim SMS ke 08777-5500-400 dengan format “NIK(spasi)Nomor Kartu BPJS”, (3) Hubungi BPJS Care Center 1500-400, atau (4) Chat WhatsApp CHIKA di 08118-750-400. Siapkan NIK dan nomor kartu BPJS untuk verifikasi.

5. Apakah auto-debit BPJS di Livin’ by Mandiri aman dan bisa dibatalkan kapan saja?

Auto-debit aman karena hanya memotong sesuai tagihan BPJS yang valid, tidak mungkin terpotong lebih. Fitur ini bisa dinonaktifkan kapan saja melalui menu Pengaturan > Auto-Debit di aplikasi Livin’ by Mandiri. Setelah dinonaktifkan, pembayaran harus dilakukan manual setiap bulan. Untuk mengaktifkan kembali, cukup setting ulang seperti proses awal.